Perkara Membenci

Pernah ga kalian membenci seseorang atau sesuatu tanpa alasan yang jelas? Misal, kalian lagi jalan di sebuah mall, trus ngeliat ada om-om gendut, berkumis dan berkepala botak lagi jalan, And then, in no time, kalian jadi benci aja gitu ngeliat dia. Padahal, si om-om ini bersikap normal seperti orang lainnya di mall itu. Ya paling dia cuma joget-joget erotis sambil bertingkah kayak gorilla jantan yang lagi musim kawin di depan lu. Tapi… bukankah itu normal? Engga? Oh, oke.

Gue yakin banget, semua dari kita pasti pernah kayak gini. Membenci seseorang, padahal kita baru aja ketemu sama orang itu. Padahal (lagi), kita belum tau siapa dia, gimana latar belakang keluarganya, zodiak hewan peliharaannya apa, atau jam berapa dia mandi pagi ini. Kalo udah kayak gini, sebaik apa pun hal yang orang itu lakuin, bakal selalu salah di mata kita. Dia senyumin kita, salah. Dia gigitin es krim yang baru dia beli, salah. Dia senyumin es krimnya trus ngegigit kita, salah juga. Pokoknya, apa pun yang dia lakuin, malah bikin kita tambah benci ke dia. Padahal (paragraf ini kenapa jadi banyak “Padahal”-nya sih?), gue yakin, kita pasti pernah baca pepatah ini.

Continue reading

Advertisements