“CUT!?” (Part 1)

Sore hari yang mendung. Di teras sebuah rumah yang megah, terlihat seorang lelaki lanjut usia sedang duduk di kursi favoritnya. Di sampingnya, ada sebuah meja kecil dengan secangkir kopi hangat di atasnya.Tempat yang sangat nyaman untuk menikmati sore hari.

Ia menghela nafas. Ada sedikit gurat kesedihan di wajahnya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke atas. Ada tetesan-tetesan kecil air yang mulai jatuh. Langit sepertinya juga sedang bersedih hari ini. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan langit menjadi sangat muram. Tapi apapun itu, ia berharap, semoga langit bisa kembali ceria. Dia tahu betul, meratap sendirian adalah hal paling menyebalkan di dunia ini.

Orang bilang, uang tidak bisa membeli kebahagiaan.

Continue reading

Advertisements