AADC Goes Wrong

New York,  USA

Hujan masih juga belum berhenti turun sampai hampir tengah malam. Di apartemennya, Rangga asik menatap keluar jendela. Udah beberapa hari ini dia merasa murung. Ada perasaan aneh yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Campuran antara rasa gelisah & panik. Terlebih lagi malam ini. Dia merasa kalo perasaan aneh ini semakin menguat. Debaran jantungnya terasa lebih cepat dari biasa. Ada butiran keringat dingin yang menetes dari dahinya. Sambil mengepalkan tangan, akhirnya dia pun sadar, kalo ini adalah waktu yang tepat untuk dia bergegas ke WC. Iya, dia kebelet boker.

“Hot dog sialan!?”, makinya dari dalam kamar mandi. Dia menyesal kenapa memutuskan membeli sebuah hot dog pinggir jalan dan menyebabkan dia terserang diare selama beberapa hari.

Selesai menunaikan tugas mulianya barusan, Dia kembali berdiri di sisi jendela apartemennya. Tempat favoritnya untuk sekedar menghabiskan malam dengan memandangi pemandangan kota yang udah 12 tahun ini dia tempati. Bisa dibilang kalo dia adalah orang yang beruntung. Di usianya yang masih muda, dia udah bisa punya usaha yang terbilang sukses. Keputusannya untuk meninggalkan Jakarta adalah keputusan yang sangat tepat menurut teman-teman dan keluarganya. Tapi, jauh di dalam hatinya, Rangga menyesalinya. Satu alasan terbesar adalah karena di Jakarta, dia sudah meninggalkan separuh hatinya kepada seseorang yang sangat diagungkannya.

Cinta.

Dia berjalan menuju meja kerjanya. Saat ini yang dia butuhkan adalah pulpen dan kertas. Iya, cuma itu satu-satunya jalan untuk dia menumpahkan kerinduannya kepada Cinta. Dengan menulis puisi. Hal yang dulu dia lakukan untuk mendapatkan hati Cinta.

“Satu masa t’lah terlewati, benci dan rindu merasuk di kalbu. Ada apa dengan cin…”

“Teh Melly, bisa berhenti nyanyi gak? Saya lagi nyoba konsen buat nulis lho ini”

“Yailah, Ga. Masih jaman nulis puisi? Sekarang udah modern kali. Aplikasi chat bejibun, Bro.”

“Eh iya, ya. Kok saya ga kepikiran? Tapi masalahnya, saya kan ga tau usernamenya Cinta apa”

“Ada satu fitur baru yang ditemuin sama para ahli IT di dunia bernama “Search“. Dengan fitur ini, kamu bisa nyari username orang lain di aplikasi chat itu. Kalo kalian jodoh, pasti ketemu, kok”

“Oh, saya coba deh. Eh tapi, Teh Melly ngerasa ada sesuatu yang aneh, ga?”

“Apa?”

“Kok Teh Melly bisa tiba-tiba ada di apartemen saya malem-malem kayak gini?”.

“Errr… ituuu… nganuuu… by God, cuaca hari ini cerah, ya.”

“Di luar kan masih hujan”

“…”

Rangga buru-buru nyari dimana handphonenya. Dia mengetikkan nama Cinta di kolom search sebuah aplikasi chat yang sedang digemari para remaja. Beberapa detik menunggu, akhirnya muncul juga nama Cinta. Tapi masalahnya, ga cuma satu. Ada banyak nama Cinta yang terpampang disana. Dari yang namanya cuma “Cinta” aja, sampe ke nama “Cinta” dengan hiasan emoji yang panjangnya melebihi kereta Shinkansen di Jepang.  Saking banyaknya, sampai-sampai Rangga berniat untuk mendirikan satu agama baru dan mengajak para Cinta ini menjadi penganutnya.



 

01.00 AM Rangga: “Cinta?”

01:03 AM Cinta: “Yes?”

01:03 AM Rangga: “Besok saya akan ke Jakarta selama dua hari. Bisa ketemu?”

01:05 AM Cinta: “Excuse me, Who is this?”

01:06 AM Rangga: “Ini saya, Rangga. Orang yang kamu kejar kejar di bandara. Yang pernah ngajak kamu beli buku di Kwitang. Yang suka nulis puisi buat mading SMA dulu. Ingat?”

01:07 AM Cinta: “OOOOHHHHHH!?”

01:07 AM Rangga:  “Inget?”

01:08 AM Cinta: “Enggha”

Rangga terjatuh dari kursinya.

01:09 AM Rangga: “Duh kamu ini. Masa gitu aja lupa? Ini saya, Rangga. Yang rambutnya mirip bulu ketek itu lho. Coba deh kamu inget-inget lagi”

01:11 AM Cinta: “OHHHHH. RANGGAAAA?!”

01:12 AM Rangga: “Nah, inget juga akhirnya”

01:13 AM Cinta: “Yang bhuat naik ke atas ithu, khan?”

01:13 AM Rangga: “…”

01:14 AM Cinta: “Hello?”

01: 14 AM Rangga: “ITU TANGGA, CIN!? TAAAANGGG… Ah, sudahlah.”

01: 14 AM Rangga sends you a sticker

01:15 AM Rangga: “For God’s sake, Cin. Baru 12 tahun ga ketemu, masa kamu lupa sama saya? Terus kenapa sekarang logat kamu jadi kayak bule gitu sih? Ini Cinta yang mirip Dian Sastro itu, kan?”

01:16 AM Cinta: “Bhukan”

01:16 AM Rangga: “Lho, terus kamu siapa?”

01:18 AM Cinta: “Cincha Lawra”

Rangga left the chat room



 

01:30 AM Rangga: “Cinta?”

01:32 Cinta: “Cinta, your head exploded!? Lo ga liat tuh username gue siapa?!”

Rangga melongok ke tab username orang yang sedang dia ajak chat ini. Ahmad Junaedi.



 

01:40 AM Rangga: “Cinta?”

“Satu masa t’lah terlewati…”

01:41 AM Rangga: “Cinta?”

“…benci dan rindu merasuk di kalbu”

01:41 AM Rangga: “Cin…”

“Ada apa denggg..”

“Teh Melly, harus banget ya nyanyi lagi?”



 

 

02:00 AM Rangga: “Cinta?”

02:24 AM Cinta: “Mau yang warna atau yang item, Mas?”

02:25 AM Rangga: “Hah?”

02:26 AM Cinta: “Iya. Mau yang warna atau yang item? Printernya merk apa?”

02:27 AM Rangga: “ITU TINTA, WAHAI GEMBOK WC!?”

Rangga sends you a sticker

Rangga sends you a santet right on your armpit

Rangga left the chat room

 



 

 

02:30 AM Rangga: “Cinta?”

02:32 AM Cinta: “Astaghfirullahal’Adzim nih orang. Ahmad Junaedi!?”



 

 

02:40 AM Rangga: “Cinta?”

02:44 AM Cinta: “nIe cPha e44,,,????”

Rangga left the chat room. His eyes got burn because your typing style


 


 

 

03:20 AM Rangga: “Cinta?”

03:30 Cinta: “Bukan, Rangga. Ini Mama. Kamu ngapain begadang sampe jam segini? Tidur sana!?”



 

03:49 AM Rangga: “Cinta?”

03:49 AM Cinta: “AHMAD JUNAEDI!?”



 

04:00 AM Rangga: “Cinta?”

“Satu masaaa…”

“Teh Melly, kalo sekali lagi nyanyi, saya timpuk ya”



 

04:15 AM Rangga: “Cinta?”

04:16 AM Cinta: “Cinta sih. Tapi dianya malah jadian sama SAHABAT GUE SENDIRI!?”

04:16 AM Rangga: “…”

04:17 AM Cinta: “KURANG BAIK APA COBA GUE SELAMA INI? SAKIT TAU DIGINIIN TERUS!?”

04:17 AM Rangga: “BHAY!?”



 

04:32 AM Rangga: “Cinta?”

04:35 AM Cinta: “Mas, tau monyet? Ah-mad-Ju-na-e-di! Sekali lagi chat, saya laporin Kak Seto, ya!?”



 

 

04: 57 AM Rangga: “Cinta?”

08:05 AM Cinta: “Ya?”

08:09 AM Rangga: “Ini beneran Cinta yang mirip Dian Sastro, kan? Yang pernah beli buku “Aku” di Kwitang? Bukan Cinta Laura atau Ahmad Junaedi?”

08:10 AM Cinta: “Iya”

08:10 AM Rangga: “Bukan sales tinta printer juga?”

08:12 AM Cinta: “Bukan”

08:14 AM Rangga: “Thank God, Cin. Kamu pasti ga bakal percaya gimana susahnya saya buat nemuin username kamu. Saya sampe harus begadang semaleman dan chat-in semua nama Cinta sampe akhirnya bisa chat sama kamu sekarang. Coba kamu bayang…”

08:15 AM Cinta: “Bentar-bentar. Ini ada apa, ya? Lo mau ngobrol sama Cinta?”

08:16 AM Rangga: “Iya. Lho, emangnya ini siapa? Tadi katanya Cinta”

08:16 AM Cinta: “Ini emang accountnya Cinta. Tapi Cintanya lagi di kamar mandi. Gue suaminya. Ada yang bisa gue bantu, Bro?”

08:18 AM Rangga: “…”

“Satu masa t’lah terlewati…”

08:20 AM Cinta: “Bro, kok diem aja?”

08:21 AM Rangga: “…”

08:22 AM Cinta: “Bro?”

08:22 AM Rangga: “Errr… anuuu… cuaca hari ini cerah, ya?”

08:23 AM Cinta: “Tapi di luar masih hujan”

08:24 AM Rangga: “…”

“…benci dan rindu merasuk di kalbu”

08:27 AM Cinta: “Bro. KYUUKYUUU!?”

08:27 AM Rangga: “…”

“Ada apa dengannn…”

Lalu terdengarlah suara teriakan perempuan karena tertimpa sebuah benda tepat di kepalanya.

 

 

 

Terinspirasi dari saputraroy.com. Terima kasih!

11 thoughts on “AADC Goes Wrong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s