Tentang Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam

“Terus gue harus gimana dong?”

Gue diam sebentar ketika Tia nanya itu. Sambil tetap menikmati es krim cokelat yang mulai meleleh di dalam gelas ini, gue mencoba berpikir. Berpikir mencari jawaban yang tepat buat masalah ini. Dia emang lagi terlibat dalam satu masalah yang lumayan rumit. Masalah yang akhir-akhir ini akrab di telinga gue. Jatuh cinta diam-diam.

“Kayaknya gue mau ganti kelompok tugas aja deh. Susah juga kalo satu kelompok, tapi salah satu dari kita udah ga profesional karena berurusan pake hati”

Ga berapa lama, pesanan mie goreng seafoodnya pun dateng ke meja kita. Gue ngeliat Tia. Mukanya lumayan bete ketika membahas ini. Dalam kasus ini, bukan dia yang sedang jadi pelaku. Dia adalah korban. Korban dari orang lain yang sedang jatuh cinta diam-diam kepada dia. Kebetulan orang ini, sebut aja Albert, tergabung di satu kelompok skripsi yang sama bareng dia.Tapi ketika dia tau kalo Tia ga punya perasaan yang sama dengan dia, dia jadi ngerasa di php-in. Dia ngerasa kalo perjuangannya selama ini sia-sia. Tia cerita gimana Albert pernah bela-belain balik dari rumahnya di Bekasi, ke kostannya yang ada di sekitaran Kebon Jeruk cuma buat bantuin Tia ngerjain tugas. Gimana dia dengan relanya bawain laptop pas Tia lagi males bawa laptop ke kampus. Mungkin gara-gara ini, dia ngerasa udah bisa buat Tia suka sama dia. Padahal dari awal, Tia emang ga punya perasaan apa-apa ke dia. Tia ga pernah maksa Albert buat ngelakuin semua itu. Seperti yang lainnya, Tia cuma menganggap dia sebagai temen. Ga lebih.

Sebenernya, ga ada yang namanya di PHP-in di dunia ini. Yang ada cuma rasa ke-GR-an yang terlalu tinggi.

 

*backsound Endah N’ Rhesa – When You Love Someone*

 

Jadi darimana Tia tau kalo Albert sedang jatuh cinta diam-diam sama dia? Awalnya dia ga tau sama sekali. Dia ngerasa semua perlakuan yang Albert kasih ya emang sewajarnya perlakuan antar temen. Tapi makin ke sini, Tia ngerasa ada perubahan sikap sama Albert. Yang tadinya dia humoris, jadi mendadak dingin tiap kali ketemu. Iya, itu terjadi setelah kejadian yang gue bahas di paragraf sebelumnya. Gara-gara ini, Tia juga jadi segan buat ngobrol sama dia walaupun lagi ngebahas soal tugas sekalipun. Lebih jauh lagi, Albert mulai nekat ngetag lagu apa yang lagi dia dengar via Path ke Tia, rajin mention di twitter, stalking foto-foto lama Tia di Instagram dan mengomentarinya. Yang mungkin Albert ga tau adalah, cinta ga melulu soal perjuangan. Kenyamanan adalah jauh melebihi segalanya. Gimana Tia bisa nyaman kalo diperlakukan kayak gini?

Akui ini, setiap dari kita pasti pernah atau bahkan masih menjadi seorang pecinta diam-diam, kan? Entah itu cinta kepada teman sekelas, idola, atau kepada sepiring kwetiau goreng pesenan temen. Yang membedakan kita hanyalah bagaimana sikap kita ketika menunjukkannya. Michael, temen SMP gue misalnya. Dia pernah suka sama Santi, anak dari kelas sebelah ketika kita kelas 2. Setiap pulang sekolah, dia selalu minta gue buat nemenin dia ngikutin Santi dari belakang cuma buat mastiin kalo Santi bisa sampe di rumah dengan selamat. Sampe suatu hari, Santi nyadar kalo ada yang ngikutin dia. Berhubung dia anak taekwondo, tanpa di duga-duga, dia pun langsung menendang Michael pake jurus andalannya karena menyangka kalo Michael punya niat ga baik sama dia. Wajar sih, karena jarang ketemu dan tampang Michael yang mirip sama om-om mesum, gue juga pasti bakal ngelakuin hal yang sama kayak dia. Lain lagi dengan Ardi, yang cinta setengah mati sama Melisa. Dia bahkan dengan absurdnya nekat ngirimin surat cinta ke Melisa pake bahasa inggris supaya bisa terlihat lebih keren. Yang dia ga tahu adalah, ternyata Melisa jago banget bahasa inggris sementara kemampuan berbahasa inggris Ardi, setara dengan bungkus lontong. Jadi ketika Melisa ngebales suratnya pake bahasa inggris, dia cuma bisa jongkok di pojokan, melongo, kemudian secara perlahan, keluar busa dari mulutnya. Isinya? Tentu saja penolakan. Dengan sedikit les private grammar dari Melisa.

Berbeda dari mereka bertiga, gue mengaplikasikan cinta diam-diam dengan lebih berkelas… atau lebih pengecut, lebih tepatnya. Gue lebih memilih duduk di pojokan, di satu ruang yang sama dengan orang yang gue suka, memandangnya dari kejauhan, kemudian diam-diam menulis beberapa lyric lagu buat band gue semasa SMA dulu. Iya, salah satunya lagu yang ada di sini. Percaya sama gue, kalian pasti akan kagum sama apa yang bisa dilakukan oleh para pecinta diam-diam dengan otak bagian kanan mereka, ketika larut dalam pemujaan berlebih terhadap orang yang mereka suka. Gue enggak mau seperti orang kebanyakan yang ketika sedang jatuh cinta, akan terus-terusan mengganggu orang yang gue suka dengan ngirim chat ga jelas setiap malamnya. Seperti yang gue bilang di atas, kenyamanan adalah jauh melebihi segalanya. Gue ga mau membuat orang yang lagi gue suka menjadi terganggu dengan tingkah se-agresif itu. Bukannya kalo bertingkah seperti itu, akan membuat gebetan jadi risih dan pelan-pelan ngejauh dari kita, ya? Bukan munafik atau gimana, tapi gue mencoba untuk mengerti posisi orang yang kita suka. Dia juga pasti punya hal-hal yang harus dikerjakan dan dengan tidak menggangunya setiap saat, kita udah membantu buat ga menambah masalah. Gue males ngomongin perasaan. Gue lebih suka menunjukkannya langsung dengan perlakuan. Kalo dia peka, ya bagus. Kalo ga peka, gue bakal sibuk menyeduh baygon dengan susu kental manis, lalu meminumnya sehabis futsal. Gue akui, gue juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang Albert lakukan di atas. Gue pernah ngetag twit dari detikcom ke orang yang sedang gue suka di twitter yang isinya padahal cuma berita soal seorang gila yang berdiri tengah jalan sambil bertepuk tangan, dan ngebuat jalanan jadi macet gara-gara ulahnya. Gue juga pernah stalking foto-foto lama gebetan di akun social medianya. Bedanya dengan Albert, gue bukanlah seorang stalker profesional. Sepertinya, jempol gue mempunyai otak sendiri yang membuat mereka jadi bisa bertindak sesuka hati mereka. Jadilah ketika lagi asik stalking, pernah secara ga sengaja, tombol love di akun Instagram orang yang sedang gue stalk, kepencet. Gue langsung lempar hape dan nangis tiga minggu.

Ini masalah umum yang sering dialami oleh para pecinta diam-diam. Mereka sibuk mencari berbagai macam cara agar orang yang mereka suka tau kalo mereka punya perasaan lebih tanpa harus ngomongin secara langsung. Mereka tidak lagi mendengarkan logika. Bagi mereka, logika hanyalah seperti sekumpulan nenek-nenek tua yang hobi memberikan kritik yang tidak berguna. Mereka cenderung melakukan semua tindakan tindakan nekat. Nelpon pake private number trus dimatiin, kepo nanya-nanya di ask.fm pake anonymous, atau seperti yang Albert & gue lakukan di atas: stalking semua social media gebetan sampe ke aktivitasnya yang paling lama. Semua itu dilakukan cuma untuk membuat orang yang mereka suka menyadari eksistensi mereka.  Jatuh cinta diam-diam akan secara otomatis membuat semua orang terlihat nyaris seperti seorang psikopat. Semua orang mendadak bisa jadi seorang detektif handal ketika terjebak dalam masalah ini. Orang yang jatuh cinta diam-diam bisa tahu persis semua informasi dari orang yang mereka suka, walaupun intensitas pertemuan mereka sangat jarang sekali. Dia bisa tau dimana gebetan biasanya berada di jam-jam tertentu, lagu apa yang akhir-akhir ini ada di playlistnya, atau kebiasaan gebetan yang ga pernah sanggup ngabisin satu porsi makanan tiap kali makan bareng sama temen-temennya. Dari mana mereka bisa tahu semua ini? Dari pengamatan. Dari rasa penasaran berlebih yang membuat mereka akhirnya nekat mencari segala macam detail informasi tentang orang yang mereka suka dari hal yang sepele sekalipun. Beberapa dari mereka yang kreatif akan membuat ribuan puisi untuk sedikit mengikis rasa rindu yang kadang meluap tanpa diminta. Sisanya yang lebih kreatif dan punya nyali berlebih, akan memposting puisi itu di twitter atau blognya dan berharap orang yang mereka suka akan baca, kemudian akhirnya tau perasaan mereka sebenarnya. Semua perjuangan yang sebenernya mereka tau kalo itu sia-sia. Tapi seenggaknya, mereka punya kepuasan sendiri ketika melakukan itu.

Terlepas dari semua hal “gila” yang udah mereka lakukan, pada akhirnya, ketika ga bisa dapetin apa yang mereka mau, para pecinta diam-diam akan dengan semena-menanya menyalahkan keadaan. Orang yang jatuh cinta diam-diam akan memenuhi lemari otak mereka dengan setumpuk file-file berisi penyesalan. Mereka pada akhirnya hanya bisa menerima. Menerima bahwa  terkadang ga semua hal yang mereka inginkan bakal jadi kenyataan. Mereka akan sibuk berharap Doraemon ada di samping mereka sekarang, dan mengajaknya naik mesin waktu cuma untuk mengatakan hal yang seharusnya mereka katakan kepada orang yang mereka taksir di saat mereka punya kesempatan. Mereka belajar merelakan. Merelakan semua harapan yang udah lama mereka tanam di dalam hati, menjadi layu dan kemudian mati. Walaupun mereka tau kalo ini akan menyakiti mereka. Tapi apa lagi yang bisa lebih menyakitkan selain melihat orang yang kita cinta ternyata ga bahagia ketika bersama dengan kita?

 

“…orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.” – Raditya Dika.

11 thoughts on “Tentang Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam

  1. Whuizzz sadis bro, kata2x masuk banget nh. Jatuh cinta diam2. . . Hahaha, gue pernah nyesel jatuh cinta diam2, rasax sakit. . . Saat itu smua udh lewat, loe bkal nyesal knpa kita tdk brni mengungkapkan perasaan kita pd nya dulu. Kita gak bakal tau hasilx jika blm mencoba. Tdk ada salahx u/ jujur, stidakx hati lega mski pd akhirx d tolak.

    • Ups baru mau coment situyul udah nampak duluan ternyata,salam kenal ya mas tuyulll :p

      Mas Wahyu……Jatuh cinta diam2 itu memang tepat banget sama PENGECUT#hemm!!

  2. #Koreksi “…orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa (diam), seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.” – Raditya Dika.

  3. udah pernah baca dulu tapi biasa aja, pas baca ulang feelnya sekarang jadi dapet banget. mungkin karena sekarang…… harga BBM naik lagi *ditimpuk*

    “Gue enggak mau seperti orang kebanyakan yang ketika sedang jatuh cinta, akan terus-terusan mengganggu orang yang gue suka dengan ngirim chat ga jelas setiap malamnya.” < ha. ha. ha. gue pernah berada di kedua posisi. Emang ngeselin di chat terus tapi ternyata kalo gue perhatiin lagi, gue juga pernah melakukan hal yg sama lol.

    Akhirnya, jatuh cinta diam-diam itu emang bagus… bagus buat jadi judul FTV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s