“Cita-Cita Kamu Apa?”

Jadi ceritanya, pengurus youth di gereja gue lagi ngadain lomba bikin karya tulis. Kita di kasih waktu seminggu buat ngumpulin tugas itu dengan tema Future, Hope and Love. Deadlinenya sendiri hari Sabtu kemarin. Sebagai blogger (gagal) yang punya blog yang jarang di update, gue pun ikutan acara ini. Ada hadiahnya pula. Gue juga belum tau sih hadiahnya apa. Tapi semoga aja hadiahnya itu bukan tusuk gigi, ya. Bahahaha. Gue sengaja posting ini di blog supaya bisa di baca ulang aja kapan-kapan. Ide dasarnya sendiri sebenernya berasal dari postingan ini yang gue modifikasi. Maklum, lagi ga ada ide sama sekali. Dan maaf ya sebelumnya, buat temen-temen non-kristen. Ada beberapa ayat dari alkitab yang gue kutip di bawah. Ya namanya juga buat lomba gereja. Masa iya gue mau nulis se-brutal kayak yang biasa gue tulis di blog ini? Hehehe. Tapi tenang, gue masih berusaha menulis ini dengan voice gue sendiri. Judul yang gue kasih ke pengurus gereja juga sama dengan judul postingan kali ini. Jadiiii…. selamat membaca!

============================================================================================

Gue masih inget banget gimana Bu Tini, wali kelas gue ketika TK dulu, nanya soal ini. Sebagai anak umur 4,5 tahun, kemungkinan jawaban gue cuma ada tiga:

1). Jadi power ranger merah.

2). Jadi tukang es krim (Percaya sama gue, buat anak kecil, pekerjaan ini semacam surga dunia di pikiran mereka karena bisa makan es sepuasnya). Atau,

3). Jadi power ranger merah yang jualan es krim.

Setelah mikir sekian lama, akhirnya gue memutuskan memilih jadi polisi buat ngejawab pertanyaan Bu Tini. Alesannya simple, karena pekerjaan power ranger dan polisi itu beda tipis. Ya walaupun sampe sekarang, gue ga pernah sih ngeliat ada polisi yang kemana-mana selalu pake helm full face dengan kostum yang warnanya bikin sakit mata pas lagi tugas. Ini polisi apa pembalap Moto GP?

Ngomongin soal cita-cita, sama aja dengan ngomongin masa depan. Ketika ngejawab pertanyaan di atas, gue belum ada bayangan sama sekali bakal kayak gimana masa depan gue. Gue hanya menjawab pertanyaan itu supaya bisa dapet nilai dari Bu Tini. Lucu ya gimana kita yang belum tau bakal kayak gimana hidup kita ke depan, tapi malah udah punya cita-cita? Ambil contoh Isaac Newton. Sewaktu kecil, dia pasti ga tau kalo di masa depan nanti, ketika lagi asik duduk di bawah pohon apel, dia bakal kejatuhan buahnya dan berhasil nemuin hukum gravitasi gara-gara itu. Atau Simon Petrus, si nelayan dari Galilea itu. Gue yakin banget, dia pasti ga pernah ngebayangin sekalipun bakal ketemu sama Tuhan Yesus dan diangkat jadi salah satu dari ke dua belas muridnya (Mat 4:18-22). Banyak tokoh-tokoh besar dunia berawal dari seorang biasa-biasa aja yang ga tau mau di bawa kemana hidup mereka ke depan. Bukan ga mungkin sewaktu mereka kecil dan ditanya soal cita-citanya, mereka bakal ngejawab seperti yang gue lakukan di atas. Ga sedikit juga dari mereka yang berasal dari keluarga miskin yang ga punya apa-apa seperti Oprah Winfrey, contohnya. Atau seperti Jackie Chan, yang hampir aja dijual oleh ke dua orang tuanya seharga US$ 26 ke dokter kandungan yang udah ngebantu proses persalinannya karena ga mampu ngasih makan ketika Jackie masih bayi. Lihat gimana Charlie Chaplin yang harus menghabiskan masa mudanya dengan jadi gelandangan di jalan-jalan kota London. Tapi coba kalian perhatikan deh, mereka masih tetep optimis bakal berhasil dapetin cita-cita mereka. Orang-orang menyebut ini sebagai “Harapan”, nama lain dari “Iman” (Ibr 11:1). Dengan harapan, kita jadi punya motivasi buat ngerubah jalan hidup kita. Motivasi buat ngedapetin apa yang selama ini kita impikan. Kita bisa punya dunia sendiri cuma dengan berharap. Mengharapkan cinta yang tak pasti bukan termasuk salah satunya.

….

Bentar, kok kayaknya ada yang aneh, ya? Ah, sudahlah.

Agnes Monica dulu sebelum putus sama gue sempet ngomong gini: “Dream, Believe, and Make It Happen”. Ga cukup hanya dengan bermimpi dan percaya, kita juga harus berjuang buat dapetin cita-cita kita. Gue setuju banget sama apa yang tertulis di Yakobus 2:17. Nelson Mandela ga bakal bisa ngebebasin rakyat Afrika Selatan dari rasisme kalo dia cuma berdiam diri sambil makan singkong goreng tiap hari di rumahnya. Emang sih, ada harga yang harus dibayar. Dia harus di penjara selama 27 tahun karena sikap anti-apartheid-nya itu. Tapi lihat deh hasil yang udah dia dapat sekarang. Dia berhasil mensejajarkan kaum kulit hitam Afrika dengan ras-ras lain di dunia. Semua tokoh-tokoh besar yang udah gue sebutin di atas punya satu visi yang sama: Mereka punya harapan buat ngerubah masa depan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dengan tindakan positif mereka. Ini keren. Asli. Saking kerennya, gue ga tau harus nulis apa lagi di paragraf ini. Jadi mari kita lanjut ke paragraf berikutnya.

Pertanyaan berikutnya adalah: “Setelah berhasil dapetin cita-cita yang kita mau, apa yang harus kita perbuat ke depannya?”. Jawabannya simple. Pakai cita-cita yang udah berhasil lo capai itu buat memberitakan ke semua orang tentang betapa baiknya Tuhan sama hidup lo. Buat orang-orang yang melihat lo jadi punya harapan untuk mengejar masa depan mereka. Buat mereka yakin kalo masa depan yang cerah itu bukan cuma milik mereka yang punya harta melimpah. Jangan jadi seperti Hitler yang ketika udah berhasil dapetin apa yang dia mau, jadi bertindak sesuka hatinya. Ingat, selalu pakai satu atribut dasar yang udah Yesus contohin dimanapun kita berada: “Kasih”.

“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” – Kolose 3:14

 

Ah aku bisa aja~

P.s: Buat pemenangnya, bakal di umumin Sabtu ini. Nanti gue update ya hasilnya. Mohon do’anya semoga gue bisa menang. Ha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s